Blog

Categories

LOMBA ALAT PERAGA Universitas Muria Kudus (UMK)

Jumat, 21 Februari 2014 - - 0 Comments


Pada hari kamis 20 Februari 2014 telah dilakukan kegiatan lomba alat peraga di Universitas Muria Kudus. Perlombaan alat peraga ini merupakan salah satu kegiatan yang mengharuskan mahasiswa berfikir kreatif dalam pembuatan alat peraganya. Kegiatan lomba alat peraga ini di ikuti oleh beberapa Universitas yang ada di Jawa Tengah diantaranya ialah :

PGSD UMS (5 Kelompok)
PGSD UMK (1 Kelompok)
PGSD UNNES (2 Kelompok)
PAUD UT Magelang (1 Kelompok) 

Perlombaan dimulai dari pukul 10:00 sampai dengan pukul 3:10, dengan sitem perlombaan sebagian alat peraga dibuat sebelum hari kegiatan kurang lebih sebanyak 40 % kemudian yang  60%nya lagi diselesaikan ditempat perlombaan. Alat peraga diselesaikan di UMK selama 120 menit kemudian di presentasikan selama 10 menit...

Dengan adanya perlombaan perlombaan yang seperti ini diharapkan akan memunculkan berbagai kreatifitas mengenai alat alat dan media yang nantinya memudahkan bagi peserta didik dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh pembimbing (Guru). Berbagai alat peraga hasil kreatifitas mereka yang dibuat di UMK salah satunya adalah Kazzlepet, Siklus Hujan, bola mata, Kobel, alat hitung baca, dan lain sebagainya. 

Berhubung lokasi UMK yang jauh maka peserta UMS mau tidak mau harus berangkat dari pukul 04:00 dini hari dengan didampingi oleh beberapa anggota HMP PGSD FKIP UMS. Peserta dari UMS ini akhirnya sampai di UMK pukul 09:00 dengan keadaan selamat dan semua sehat.


Para peserta dari UMS ini sangat bersemangat dan antusias untuk menjadi juara dalam perlombaan alat peraga kali ini. Akhirnya hal itu pun terjadi ya walaupun tidak menjadi juara pertama sih..., berikut daftar juara dan nilai untuk lomba alat peraga di UMK :

Juara I
Kelompok 6 (PAUD dari UT Magelang) dengan nilai 81,65















Juara II
Kelompok 1 (PGSD dari UMS)  dengan nilai 80,61
















Juara III
Kelompo 5 (PGSD dari UMS) dngan nilai 79,83

















kemudian yang Berharap jadi Juara








FKIP PASCA LETUSAN GUNUNG KELUD

Sabtu, 15 Februari 2014 - - 0 Comments



Letusan gunung  kelud yang terjadi pada 13 Februari 2014 mengakibatkan masyarkat mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas terutama aktifitas dalam berkedara. Material material letusan seperti kerikil menghantam daerah kediri dan sekitarnya bahkan abu vulkaniknya sampai di daerah jawa barat. Tak luput dari itu semua kota surakarta juga merasakan dampat dan akibat dari letusan gunung kelud tersebut. Pada dini hari sampai pagi harinya dikota Surakarta terjadi hujan abu yang luar biasa yang sampai mematikan jalannya transportasi di kota Surakarta. Pada tanggal 14 Februari 2014 sebagian besar masyarakat Surakarta berhenti melakkan aktifitasnya, Pasar menjadi sepi, jalanan sepi tidak seperti biasanya. Semua itu terjadi yang dikarenakan terjadi hujan abu yang lumayan deras.

Universitas Muhammadiyah Surakarta juga merasakan dampak dari Letusan gunung kelud. Universitas Muhammadiyah Surakarta bagaikan Universitas yang telah mati seperti universitas yang tidak memiliki mahasiswa. Bagaimana tidak semua sudut yang ada di UMS terkena abu vulkanik dari letusan gunung kelud. Sehingga mengakibatkan area taman yang biasanya ramai menjadi sangat sepi....



Pasca letusan gunung kelud dan hujan abu di UMS yang terjadi tanggal 14 Februari 2014,  lalu pada tanggal 15 Februari 2014 pagi harinya para staff TU FKIP UMS dan clening servis melakukan pembersihan di area sekitar taman dan jalan jalan yang ada di FKIP UMS. Mereka semua melakukan pembersihan area taman dengan senang hati yang ditunjukan dari senyum yang terlihat dari wajah mereka. Ada yang membersihkan dengan sekop, air, sapu, keranjang dan lain sebagainya. Walaupun masih ada sisa sisa debu yang ada di area taman, minimal dengan pebersihan yang telah dilakukan ini sebagian besar debu yang ada di FKIP dapat berkurang.  

....TERIMA KASIH....













Kemendikbud Mewajibkan Seluruh Guru Ikut PPG

Selasa, 11 Februari 2014 - - 0 Comments




Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mewajibkan seluruh guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurut Mendikbud Mohamad Nuh, seorang sarjana pendidikan (S.pd) masih belum bisa disebut sebagai guru sebelum lulus dari PPG dan sertifikasi guru. Sehingga seluruh guru dengan gelar S.pd diwajibkan mengenyam kembali bangku kuliah melalui PPG sebelum menjadi guru.
Guru yang lulus PPG akan mendapatkan sertifikat pendidik dan gelar "Gr" yang disematkan di belakang nama lengkap guru bersangkutan. Hal itu diatus dalam Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG). Sertifikat pendidik dan gelar Gr ini diberikan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai pelaksana program PPG.
"Sama seperti lulusan kedokteran. Gelarnyakan S.ked (gelar akademik, red), itu mereka masih belum boleh nyuntik. Makanya,mereka harus mengambil pendikan profesi biar jadi gelar dr (gelar profesi) di depan. Sama, guru kan juga profesi seperti dokter," kata Nuh yang SekolahDasar.Net kutip dari JPNN (11/02/2014).
Sementara untuk guru-guru yang saat ini sudah mengajar, Nuh akan memberikan waktu untuk proses penyesuaian. "Yang udah ngajar kita akan kasih waktu," tutur Nuh.
Bahan ajar yang akan diberikan dalam PPG nanti akan lebih fokus pada praktek mengajar. Tujuannya untuk memperbaiki cara mengajar guru yang ada di Indonesia. Lama PPG pun akan disamakan dengan pendidikan profesi lainnya.